Selasa, 23 Februari 2010

HUBUNGAN PERAWAT - PASIEN

HUBUNGAN
PERAWAT - PASIEN

Pengertian ;

  • Hubungan P-K adlah suatu wahana untuk mengaplikasikan proses kep.
  • Pada saat P-K berinteraksi à kesediaan untuk terlibat guna mencapai tujuan askep.
  • Hubungan P-K ad/ hubungan yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk pencapaian tujuan klien.

Hubungan Perawat-Klien

Nurse_clien Interation ---- Therapeutik relationship ---- Nurse_clien relationship ---- Interpesonal_ relationship

v Dalam hub. Itu perawat menggunakan pengeth komunikasi guna memfasilitasi hubungan yang efektif.

v Pada dasarnya hubungan P-K bersifat profesional yang diarahkan pada pencapaian tujuan.

· Hubungan P-K merupakan hubungan interpersonal à titik tolak saling memberi pengertian.

· Persolan mendasar adanya saling membutuhkan dimana terjadi komunikasi pribadi antara P-K dimana perawat membantu dan klien menerima bantuan.

· King : Hubungan P-K merupakan pengalaman belajar, terjadi pada dua orang yang berinteraksi dalam hubungan masalah klien dan berusaha menyelesaikan.

· Terhadap hubungan : keduanya memberikan hasil positif à peningkaan pertumbuhan, kemampuan peningkatan diri, belajar, koping dan adaptasi.

· Dalam hubungan P-K memperoleh menggunakan pengalaman hidupnya, intelegensia, nilai-nilai, keyakinan dan motivasi untuk melakukan perubahan.

· Perawat-Klien sistem unik yang bertemu menjalin hubungan.

• Hubungan P-K bukan hubungan sosial tetapi terapetik, bersjfat personal, berfokus pada klien dan bertujuan

Perbedaan Hubungan terapetik dg hubungan sosial :

Hubungan terapetik :

• Perawat dengan klien.

• Bertujuan, berfokus pada klien, klien membutuhkan bantuan.

• Perawat aktif mendengarkan dan memberi respon, sikap menerima, memahami, dan menyadarkan klien.

Hubungan sosial :

• Terjadi setiap hari dalam pergaulan

• Komunikasi bersifat dangkal dan tidak mempunyai tujuan

• Banyak terjadi dalam pekerjaan, aktifitas sosial

• Pembicaraan tidak terfokus, tetapi mengarah pada kebersamaan dan rasa senang

• Dapat direncana, tetapi juga tidak direncanakan.

Membangun Trust (rasa percaya) :

  • Hubungan P-K, layaknya hubungan ibu dengan

anaknya à hubungan saling percaya.

  • Perawat berupaya meyakinkan diri bahwa kehadirannya diperlukan, perawat mempunyai kemampuan membantu klien dalam menyelesaikan masalah.

• Banyak faktor yang mempengaruhi mengapa pasien tidak terbuka/kurang percaya pada perawat à perawat gagal meningkatkan partisipasi klien dalam askep.

• Faktor persepsi perawat memandang klien sekedar objek dan bukan subjek.

• Kesadaran diri perawat dalam situasi hubungan.

• Konsisitensi dalam berhubungan, tidak cepat puas.

• Kerterandalan dan kejujuran

• Sikap percaya pada perawat akan membantu memfasilitasi sikap percaya pada klien.

Tahap Hubungan P-K

  1. Tahap orientasi :

v dimulai saat pertama kali berhubungan.

v 5 ciri pokok : testing, building trust, identification of problems and goals, clarification of role, contract formation.

v Tujuan utama tahap orientasi adalah membangun trust.

2.Tahap Bekerja :

• Menyatukan proses komunikasi dengan tindakan keperawatan

• Membangun suasana yg mendukung untuk proses berubah.

3. Tahap terminasi :

v Penilaian perncapaian tujuan dan perpisahan.

v Terminasi disampikan sejak awal/tdk mendadak

q Terminasi direncanakan. Kesulitan mengakhiri hubungan

q Perpisahan terjadi secara permanen à keduanya mengalami cemas, sedih, dan perasaan kehilangan

q Reaksi klien à denial, penarikan diri, menolak untuk berkomunikasi.

q Perawat bantu klien mengenal perasaannya tetang perpisahan, membantu memberi dukungan.

Faktor – faktor mempengaruhi klien dalam berhubungan :

  1. Perbedaan perkembangan
  2. Perbedaan budaya
  3. Perbedaan gender
  4. Gangguan pendengaran
  5. Gangguan penglihatan

Dying membutuhkan komunikasi khusus.

• Kadang2 klien ketakutan atau merasa nyeri shg tdk dapat berkomunikasi.

• Nada suara halus, lembut dan ruangan yang redup à meningkatkan kenyamanan dan mengurangi kecemasan.Penting orang terdekat mendampingi.

• Perawat tetap berkomunikasi walaupun pasien tdk sadar.

Bahasa tubuh (Body Language):

1. Gerak tubuh

2. Ekspresi wajah

3. Pandangan terfokus

4. Postur tubuh

5. Jarak tubuh dan keterdekatan

- 50 cm à intim

- 50-150 cm à hubungan kurang intim

- 150 – 350 cm à hubungan sosial

- 350 cm à dihadapan orang banyak.

6. Sentuhan --- Interaksi à kontak fisik. (makna sentuhan).

7. Pakaian à cara dan jenis pakaian, rambut perhiasan dan rias wajah à berbicara banyak tentang kepribadian, peran, pekerjaan, status dan suasana hati, dan identitas diri.

Kesimpulan :

• Kewajiban perawat memberikan askep àkembangkan hubungan saling percaya à dibentuk dalam interaksi P-K.

• Hubungan dibentuk bersifat terapetik dan bukan hubungan sosial.

• Hubungan P-K à sengaj dijalain, terfokus pada klien, bertujuan menyelesaikan masalah klien.

• 3 tahap interaksi yang dilalui.

Dalam berhubungan banyak faktor yang perlu diperhatikan baik pada klien maupun perawat.

• Perawat profesional à bila mampu mencitakan hubungan terapetik dengan klien.

• Keikhlasan, empati dan kehangatan diciptakan dalam berhubungan dengan klien.

1 komentar: